Blog ini merupakan sumber informasi bagi anak turun buah perkawinan antara Almarhum Eyang Kakung Martodiharjo dan Eyang Putri Nganten Martodiharjo yang memiliki putera dan puteri : 1. R. Soetarto, 2. R. Soenarto dan Rr Sumarti. Putera dan Puteri anak turun Eyang Martodiharjo saat ini sudah berada di seluruh wilayah tanah air maupun wilayah diluar tanah air. Guna posting dan kelengkapan data keluarga besar ,mohon data masing-masing keluarga dari keluarga besar, dapat dikirim pada setyobudiarso@yahoo.co.id , data ini diperlukan sebagai bahan publikasi keluarga besar kita yang tersebar diseluruh tanah air, sehingga dapat kita kenal lewat media sosial ini.

30 Des 2014

Sikap Bijaksana

Sebagai bloger, ada ungkapan sikap bijaksana dari bloger Yoah husada di blog Benih yang mungkin dapat menjadikan bahan pertimbangan dalam kehidupan sehari-hari, berikut kutipannya :

10 SIKAP HIDUP BIJAKSANA


1. JANGAN KUATIR
Kekuatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran kita tidak produktif. Berdoalah dan minta pertolongan-NYA di waktu bimbang, agar kekuatiran kita diubah-NYA menjadi kekuatan.

2. HILANGKAN KETAKUTAN
Jangan biarkan ketakutan menghambat langkah kita. Sertakan TUHAN dalam setiap langkah dan perbuatan kita, niscaya tidak akan ada ketakutan dan kita akan dibuatnya berhasil.

3. JANGAN MENYIMPAN DENDAM
Dendam akan membawa kita kepada kehancuran! Milikilah jiwa damai dengan siapapun.

4. SELESAIKAN SETIAP MASALAH SATU PER SATU
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan, satu demi satu. Kalau diselesaikan dalam waktu bersamaan, akan menimbulkan. Masalah baru bahkan lebih rumit dari masalah sebelumnya.

5. SEMUA MASALAH TIDAK PERLU DIBAWA TIDUR
Hal tersebut buruk dan tidak sehat bagi kesehatan jasmani dan rohani kita. Biasakan tidur dengan nyaman! Serahkan semua masalah kita pada TUHAN, biarkan DIA yang memberi jalan keluarnya.

6. JANGAN MENCAMPURI MASALAH ATAU URUSAN ORANG LAIN
Ketahuilah, setiap masalah pasti ada jalan keluar, jangan merepotkan diri mencampuri urusan orang lain, kecuali kalau mereka meminta bantuan,
baru kita membantunya.

7. JANGAN HIDUP DENGAN KENANGAN DI MASA LALU
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, namun jangan tergantung pada masa lalu. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, sebab perbuatan kita saat inilah yang menentukan masa depan kita.

8. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Hanya saat menjadi pendengar, kita mendapatkan dan belajar ide-ide baru berbeda dari orang lain.

9. JANGAN BIARKAN FRUSTASI MERUSAK DAN MENGATUR HIDUPMU
Bangkitlah dari frustasi dan kegagalan! Jadikan frustasi dan kegagalan itu adalah awal yang baik untuk berhasil  dan sukses di masa mendatang.

10. HITUNG ANUGERAH-NYA
Jangan pernah melupakan anugerah TUHAN yang kita terima sekecil apapun.

29 Des 2014

Warisan leluhur

Persepsi orang terhadap warisan umumnya bersifat materi, sebenarnya yang utama harus kita perhatikan adalah nama baik leluhur kita yang sangat berpengaruh terhadap masa depan kita semua yang tergabung dalam satu keluarga besar. Pintu untuk menuju masa depan akan lebih mudah kita capai. ketimbang kita memikirkan materi yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Saya pernah berbincang dengan seorang ulama, ketika saya tanya apa yang menandakan bahwa leluhur kita adalah orang yang dapat dikatakan baik, sang ulama dengan enteng menjawab " jika leluhur kita adalah orang yang baik dan segala aktivitasnya di ridhoi oleh Allah SWT, maka efek positiflah yang akan kita dapatkan dari leluhur kita" nah inilah yang saya maksudkan sebagai warisan yang tak ternilai harganya ' yakni satu efek positif bagi keluarga besar, dimana kadang untuk mencapainya harus menghadapi cobaan yang luar biasa, namun karena kita di back up oleh satu efek positif  leluhur kita, maka akhirnya segala cobaan baik yang berat maupun yang ringan dapat terlalui ,  maka dari itu seluruh keluarga besar R. Matodihardjo dan Rr. Nganten Martodihardjo, untuk tetap bersabar dan bertakwa sera tawakal dalam mengarungi hidup dan kehidupan kita semua.

Kebersamaan Dalam satu Leluhur

Luaaaar biasa, setelah beberapa tahun, belas tahun mungkin juga puluh tahun tidak saling bertemu ternyata yang namanya saudara tetap saudara, penampilan semua sudah berbeda, ada yang sudah botak belakang kepalanya, ada yang masih hitam rambutnya ada pula rambutnya sudah putih seperti bunga jambu air, tapi pada hari itu keceriaan ada pada keluarga besar R. Martodihardjo dan Rr Nganten Martodihardjo. Pada hari itu rasanya seperti belasan tahun yang lalu dimana kita masih dapat saling canda, kadang serius, kadang diliputi canda dan tawa.
Tapi memang sangat disayangkan, karena kebetulan waktu sangat terbatas rasanya jika mata dapat tidak dipejamkan waktu yang dua hari itu, maunya kita tetap saling tawa dan saling canda, semua merindukan dapat terulang kembali satu pertemuan yang lebih banyak dihadiri oleh seluruh keluarga besar besar R. Martodihardjo dan Rr Nganten Martodihardjo.
Kebersamaan dalam satu leluhur patut kita jadikan satu preseden, perbedaan usia, keadaan ekonomi maupun perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting , sebaiknya jangan dijadikan alasan yang utama untuk tidak saling menjaga kebersamaan diantara keluarga besar R. Martodihardjo dan Rr Nganten Martodihardjo
Filosofi yang kuat membantu yang lemah harus tetap kita jaga, namun filosofi ini jangan disalah gunakan dimana kita selalu membebani secara materil kepada yang kebetulan saat ini secara ekonomi berkemampuan, hal-hal yang prinsip untuk kepentingan leluhur sebaiknya kita tanggung bersama seperti misalnya pemugaran Makam Leluhur, bantuan untuk sauadara kita yang mungkin saat ini kurang beruntung secara ekonomis,  semua harus menjadi tanggung jawab bersama, namun demikian tanggung jawab ini harus pula sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. berkeyakinanlah bahwa bersedekah itu tidak akan membuat kita semua menjadi miskin.

Ulet dan Sabar Kunci Keberhasilan kita

Tantangan hidup dapat teratasi apabila kita semua tetap ulet dan sabar, kita contohkan pada keluarga besar kita, beberapa, puluh tahun yang lalu kala kita masih remaja, tidak semua masa remaja  kita , dapat berlalu dengan baik, sempat juga kita pernah mengalami dimana Bapak atau Ibu kita lebih dahulu meninggalkan kita untuk menghadap keharibaaNya.
Biasanya pada saat itu secara ekonomis kita akan mengalami kekurangan, lalu bagaimana kita menyikapinya.
hal yang utama tentunya kita harus tetap bertaqwa dan bertawaqal. banyak kejadian ini terjadi dikeluarga besar kita, kita harus tetap sabar untuk bertahan hidup dan tetap ulet untuk mencari nafkah, memang kesibukan itu kadang membuat kita semua lupa berkomunikasi dengan sudara-saudara kita dalam keluarga besar.
Contoh keuletan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup ini telah terbukti pada sudara-saudara kita yang pernah ditinggalkan oleh Bapak atau Ibu kita lebih dahulu. kita harus tetap menjaga prinsip-prinsip hidup yang telah ditentukan Oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Yakini bahwa Tuhan tidak akan membiarkan umatnya berada dalam satu kesengsaraan hidup, namun demikian perlu pula kita sadari bahwa Tuhan juga bukan langsung memberikan kenimatan kepada kita sebagai manusia, berusahalah dengan ulet, berusahalah dengan sabar, hindari rambu-rambu terlarang yang telah ditentukan oleh Tuhan. Insya Allah kita semua akan lepas dari keprihatinan.

27 Des 2014

Berkumpul Kembali dan Ziarah Bersama

Tanggal 25 Desember 2014, Keluarga Besar R. Martodihardjo dan Rr Nganten Martodiharjo Berkumpul di tempat Kediaman Keluara Pak Soenarto, pertemuan ini sangat berkesan karena setelah puluhan atau belasan tahun tidak saling jumpa, ternyata pada tanggal tersebut dapat berkumpul bersama. Diawali dengan perkenalan anak-anak maupun cucu dari Eyang Martodiharjo, Keluarga Besar Eyang Martodiharjo dan Rr Ngantern Martodiharjo sangat bersuka cita, karena selama ini  belum pernah melakukan pertemuan yang dapat dihadiri olehseluruh  keluarga Besar Eyang Martodiharjo dan Rr Nganten Martodiharjo. Pagi hari berikutnya diljanjutkan dengan ziarah bersama ke Makam Eyang Kakung Martodiharjo dan Eyang Putri Nganten Martodiharjo. Pertemuan kali ini memang bel;um dapat dilakukan untuk seluruh anak cucu Eyang Martodiharjo, karena ketika salah satu cucu Eyang Martodiharjo Mas Setyo ( Putra Pak R. Soetarto) dan Keluarganya berkesempatan Ke Magelang, ternyata putera dan puteri Ibu Rr Sumarti juga berkunjung ke Magelang, sehingga pada saat itu putera dan puteri Pak R. Soenarto memfasilitasi tempat berkumpul di guest housenya. Pada kesempatan itu juga telah disepakati bahwa akan diadakan kegiatan ziarah bersama untuk seluruh keluarga besar   Rr Nganten Martodiharjo , pada kesempatan tersebut  keluarag besarPak  R. Soenarto dan Ibu  Rr Sumarti berharap agar Keluarga basar Pak. R. Soetarto dapat hadir seluruhnya.Mas Setyo yang kebetulan hadir pada saat itu juga menyatakan bahwa dia bersyukur dapat berkumpul bersama walaupun tidan direncanakan sebelumnya, karena sebenarnya maksud utama kedatangan keluarga Mas Setyo ke Magelang adalah untuk Ziarah ke Makam Eyang Kakung dan Eyang Putri Martodihardo, tapi rupanya Allah SWT berkehendak mempertemukan dengan Keluaga besar Pak R. Soenarto dan Keluarga Besar Ibu Rr Sumarti.