Blog ini merupakan sumber informasi bagi anak turun buah perkawinan antara Almarhum Eyang Kakung Martodiharjo dan Eyang Putri Nganten Martodiharjo yang memiliki putera dan puteri : 1. R. Soetarto, 2. R. Soenarto dan Rr Sumarti. Putera dan Puteri anak turun Eyang Martodiharjo saat ini sudah berada di seluruh wilayah tanah air maupun wilayah diluar tanah air. Guna posting dan kelengkapan data keluarga besar ,mohon data masing-masing keluarga dari keluarga besar, dapat dikirim pada setyobudiarso@yahoo.co.id , data ini diperlukan sebagai bahan publikasi keluarga besar kita yang tersebar diseluruh tanah air, sehingga dapat kita kenal lewat media sosial ini.

13 Jan 2015

KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

Setyo, Chicak Studio
Dear , Big Family ( pakai bahasa keju sedikit nih), sekarang ini sedang marak penindakan maupun pencegahan terhadap KKN oleh institusi yang ada di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini ( KPK, PPATK dan Kejaksaan Agung, atau yang lainnya). Banyak dari keluarga besar kita , saat ini berprofesi sebagai Aparatur Negara,atau profesi lain yang rentan dengan KKN,  untuk itu mari kita semua yang tergabung dalam keluarga Besar untuk tetap menjaga prilaku kita, agar dapat terhindar dari KKN, sehingga nama baik leluhur akan tetap terjaga dan kita semua secara tidak langsung akan membantu negara dalam mewujudkan Negara yang Bebas KKN, sebagai gambaran ada Tulisan dari Nia Rahmawati dalam blog Obrolan politik yang mungkin dapat kita jadikan refrensi kita, berikut tulisannya :

PENGERTIAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME - Sering kita saksikan di berbagai media tentang kasus korupsi, kolusi  ataupun nepotisme yang dilakukan oleh oknum pejabat negara, fungsionaris partai, pengusaha, karyawan, pegawai bank, dan lain-lain. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi itu? Dan bagaimana batas-batas korupsi itu. Tulisan kali ini akan kita bahas mengenai pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

BEBERAPA PENGERTIAN KORUPSI

Korupsi adalah tindakan melawan hukum pidana dengan menyalahgunakan kewenangan yang diberikan publik atau pemberi kewenangan lain untuk memperkaya diri pelaku atau golongannya secara sepihak dan merugikan orang lain maupun korporasi atau negara.

Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio yang berarti perbuatan busuk memutar balik, menyogok  serta melanggar norma hukum yang menyebabkan kerugian bagi pihak lain sedangkan pelakunya berusaha mendapatkan keuntungan secara sepihak.

Korupsi berdasarkan pemahaman pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Korupsi merupaka tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri/orang lain (perseorangan atau sebuah korporasi) , yang secara langusng maupun tidak langsung merugikan keuangan atau prekonomian negara, yang dari segi materiil perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.

Beberapa unsur-unsur tindak pidana korupsi antara lain :
1. perbuatan melawan hukum,
2. penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
3. memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
4. merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah
1. memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
2. penggelapan dalam jabatan,
3. pemerasan dalam jabatan,
4. ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
5. menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).



PENGERTIAN KOLUSI
Kolusi adalah kesepakatan dua belah pihak atau lebih secara tersembunyi dan tidak jujur serta melawan hukum untuk melancarkan usaha salah satu pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya diwarnai dengan korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang yang dimiliki oleh salah satu pihak atau pejabat negara.
Kolusi paling sering terjadi dalam satu bentuk pasar oligopoli, dimana keputusan beberapa perusahaan untuk bekerja sama, dapat secara signifikan mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Kartel adalah kasus khusus dari kolusi berlebihan, yang juga dikenal sebagai kolusi tersembunyi.
 
NEPOTISME
Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori.
Sebagai contoh, kalau seorang manajer mengangkat atau menaikan jabatan seorang saudara, bukannya seseorang yang lebih berkualifikasi namun bukan saudara, manajer tersebut akan bersalah karena nepotisme. Pakar-pakar biologi telah mengisyaratkan bahwa tendensi terhadap nepotisme adalah berdasarkan naluri, sebagai salah satu bentuk dari pemilihan saudara.
Kata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti “keponakan” atau “cucu”. Pada Abad Pertengahan beberapa paus Katholik dan uskup- yang telah mengambil janji “chastity” , sehingga biasanya tidak mempunyai anak kandung – memberikan kedudukan khusus kepada keponakannya seolah-olah seperti kepada anaknya sendiri. Beberapa paus diketahui mengangkat keponakan dan saudara lainnya menjadi kardinal. Seringkali, penunjukan tersebut digunakan untuk melanjutkan “dinasti” kepausan. Contohnya, Paus Kallistus III, dari keluarga Borja, mengangkat dua keponakannya menjadi kardinal; salah satunya, Rodrigo, kemudian menggunakan posisinya kardinalnya sebagai batu loncatan ke posisi paus, menjadi Paus Aleksander VI. Kebetulan, Alexander mengangkat Alessandro Farnese, adik kekasih gelapnya, menjadi kardinal; Farnese kemudian menjadi Paus Paulus III. Paul juga melakukan nepotisme, dengan menunjuk dua keponakannya (umur 14 tahun dan 16 tahun) sebagai Kardinal. Praktek seperti ini akhirnya diakhiri oleh Paus Innosensius XII yang mengeluarkan bulla kepausan Romanum decet pontificem pada tahun 1692. Bulla kepausan ini melarang semua paus di seluruh masa untuk mewariskan tanah milik, kantor, atau pendapatan kepada saudara, dengan pengecualian bahwa seseorang saudara yang paling bermutu dapat dijadikan seorang Kardinal.
Nah, demikian pengertian tentang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sering juga disingkat KKN. Akhir-akhir ini KPK terus gencar mengungkap tindak pidana korupsi dan kolusi yang merugikan negara. Dengan banyaknya kasus-kasus korupsi terus mengalir, apakah kasus-kasus tersebut bisa tuntas? Bagaimana kinerja KPK saat ini? Sudah berapa kasus yang terungkap dan berhasil dituntaskan? Hal ini menjadi pertanyaan besar masyarakat pada umumnya. Melihat para koruptor masih saja tetap kaya raya dengan hasil korupsi milyaran bahkan triliunan rupiah. Tentu bagi koruptor tak masalah jika mereka harus menjalani hukuman 3 atau 5 tahun, toh akan mendapat remisi, selama ditahanan bisa keluar masuk ataupun tidur di rumah kontrakan yang dekat dengan lapas, bahkan bisa liburan nonton pertandingan tenis seperti Gayus Tambunan. Begitu keluar dari penjara mereka tetap kaya raya meski tidak lagi bekerja dari uang hasil korupsi. Berbagai pihak meminta KPK tidak tebang pilih dalam menyita aset koruptor yang merugikan negara atau pihak tertentu.
 

9 Jan 2015

Kunjungan Keluarga Ibu Rr Soemarti Ke Ibu R. Soetarto

Beberapa hari yang lalu Keluarga Ibu Rr Soemarti berkunjung ke Ibu R. Soetarto yang saat ini berada ditempat kediaman Bude Tin (Kartini) di Klender. Ibu R. Soetarto sementara tinggal  di Klender karena di Kebayoran lama , hanya tinggal dengan Pakde  Agung, dan  Bude Yayuk yang sangat sibuk, sehingga pada waktu itu keluarga ambil keputusan Ibu R. Soetarto sementara menunggu pulihnya kesehatan, tinggal ditempat Bude Tin.
Kondisi kesehatannya berangsur-angsur makin membaik, jika dulu untuk bergeser saja terasa sakit, untuk saat ini telah dapat duduk ditempat tidur. Ibu R Soetarto merasa sangat tersanjung dengan kehadiran keluarga besar Ibu Rr Soemarti, demikian dokumentasi Kondisi Eyang/Bu De R. Soetarto pada saat saya kunjungi hari ini..

7 Jan 2015

Publikasi Identitas Komunitas

Setyo, Chicak Studio
Pengakuan terhadap satu komunitas dari masyarakat dapat menambah rasa keterikatan dan kebersamaan komunitas tersebut, sense of belonging terhadap komunitas akan menjadi semakin tinggi. Hal yang harus  kita sepakati bersama adalah bahwa kebersamaan bukan berarti ketergantungan pada seseorang, dalam artian kita tidak dapat membebankan pada seseorang yang kebetulan saat ini secara materi  dapat dikatakan mampu, menurut saya kebersamaan dalam komunitas dapat diwujudkan dengan pemberian kontribusi baik materi maupun non materi sesuai dengan kemampuan dari anggota yang tergabung dalam komunitas itu sendiri. Prof Soerjono Soekanto sebagai pakar sosiologi berpendapat bahwa : “ setiap interaksi sosial baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial  selalu menyertakan identitas sosial yang menjadi ciri dari komunitas tersebut”


Terkait dengan komunitas Keluarga Besar Rr Nganten Sarijem Martodihardjo, perlu pula publikasi identitas komunitas. Publikasi melalui media sosial telah dilakukan baik melalui Blog, BB maupun media sosial lainnya.

Dalam komentar “ Tulisan warisan leluhur “ Pakde/Oom Ucu ( Yusuf Sutanto ) berpendapat bahwa Komunitas identitas keluarga Besar Rr Nganten Martodihardjo akan ditunjukan melalui atribut Kaos bertuliskan keluarga Besar Kita.  Dalam komentar, Saya pribadi sangat setuju, kapan akan diwujudkan kita tunggu , apalagi jika gratis....wkkkkkk...wkkkk...wkkkkkk, Just kidding koq saudara-saudaraku.  Niatan ini sungguh luar biasa , saran untuk Pakde/Oom Ucu ( Yusuf sutanto ) dicetak saja, lalu kirim berikut biaya yang harus kita tanggung untuk pembuatan kaos tersebut. Hal ini saya ungkapkan untuk mewujudkan satu kebersamaan tapi tidak merupakan satu ketergantungan. Mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan untuk keluarga besar.


Saya berkeyakinan semua anggota keluarga besar Rr Nganten Sarijem Martodihardjo akan dapat bertahan, berkembang dan sejahtera pada masa yang akan datang. Amien .

5 Jan 2015

Ahlak Terpuji 2 (Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah)

Asep saefulloh dalam blog akidah, menulis beberapa sifat Rasullulah yang sampai saat ini dapat membuat hidup kita tentram, beberapa tulisan juga menuliskan tulisan ini, dalam sejarah berdirinya Muhamadyah di Surakarta, diistilahkan dengan SATV ( Shidiq, Amanah, Tablig dan Vathonah). Kita sebagai keluarga besar R. Martodihardjo dan Rr Nganten Sarijem Martodihardjo menurut saya akan sangat bermanfaat apabila mencermati dan memberlakukannya dalam setiap aktivitas kita , penerapannya dapat kita ambil dari  tulisan  Asep saefulloh dalam blog akidah, yang lengkap membahas masalah Shidiq ( Jujur ), Amanah (dapat dipercaya), Tablig ( menyampaikan ) dan Fathanah ( Cerdas ), demikian tulisannya :

Perilaku Rasulullah saw adalah suri teladan bagi umat manusia. Ketinggian budi pekerti beliau disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut:
Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. al-Qalam [68]:4)
Meneladani akhlak terpuji Rasulullah saw merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Membiasakan ahklak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, termasuk salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah saw.
A.    Ahklah Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah dalam kehidupan sehari-hari
Para rasul memiliki empat sifat wajib, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Sebagai orang yang beriman, kita wajib mengamalkan keempat sifat wajib, sebagaimana yang dimilki para rasul tersebut dalam kehidupan sehari-hari supaya menjadi anak yang beahlak terpuji.
1        Shiddiq
Arti Shiddiq adalah jujur atau berkata benar. Seseorang yang memiliki sifat shiddiq, ia tidak pernah berkata dusta. Apa yang diucapkannya selalu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Orang yang memiliki sifat shiddiq merasa selalu diawasi Allah. Ia tidak mau berkata dusta meskipun orang lain tidak mengetahuinya. Hal itu disebabkan ia yakin bahwa Allah mah mengetahui segala gerak-gerik dan batin hamba-nya.
2        Amanah
Arti Amanah adalah dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah khianat. Seseorang yang memiliki sifat amanat, dapat memegang janji dengan baik. Apa yang telah dipercayakan oranglain kepadanya akan ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah berkhianat dan mengingkari janji. Perkataannya mengandung kebenaran dan kebaikan.
Orang yang memiliki sifat amanah akan dipercaya orang lain, sebagaimana nabi Muhammad saw mendapat gelar Al-Amin pada waktu masih muda. Gelar tersebut diberikan kepada nabi Muhammad saw karena beliau selalu berkata benar dan tidak pernah mengingkari janji.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa: 58)
3        Tablig
Arti Tablig adalah menyampaikan. Seorang rasul memiliki kewajiban menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah kepada umat manusia. Allah memberi tugas kepada para rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya. Para rasul tidak boleh menyembunyikan hal-hal yang telah diwahyukan Allah.
Demikian pula seorang muslim, ia memiliki kewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain walau pun hanya satu ayat. Rasulullah saw bersabda:
بَÙ„ِّغُÙˆْا عَÙ†ِّÙŠْ ÙˆَÙ„َÙˆْ اَÙŠَØ©ً
Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat
Jadi, dimana saja kita berada, hendaknya kita dapat mengajak orang lain untuk selalu berbuat baik, tolong menolong dan taat terhadap perintah-perintah Allah swt dan rasul-Nya. Kita tidak boleh bersikap masa bodoh dan acuh tak acuh. Apalagi, berpura-pura tidak tahu tentang ajaran islam yang harus disampaikan. Kebalikan dari tablig adalah kitman artinya menyembunyikan.
4        Fathanah
Arti Fathanah adalah cerdas. Lawan kata cerdas adalah bodoh. Di dunia ini sesungguhnya tidak ada orang yang bodoh. Yang ada hanya orang yang malas sehingga otak mereka tidak terasah dan lama-kelamaan menjadi tumpul. Oleh karena itu, memiliki sifat cerdas merupakan keharusan bagi setiap muslim.
Jika setiap muslim bersikap rajin, otak senantiasa terasah sehingga menjadi cerdas. Orang yang cerdas mampu menyelesaikan masalah yang timbul, baik itu masalah diri sendiri maupun masalah yang dihadapi orang lain.
B.     Akhlak Mulia Lima Rasul Ulul Azmi
Pernahkah kalian mendengar tentang rasul ulul azmi? Ada berapa rasul ulul azmi? Arti ulul azmi adalah yang memiliki kemauan keras. Rasul yang memiliki gelar ulul azmi berarti rasul yang memiliki kesabaran tinggi dalam menghadapi cobaan dalam berdakwah. Mereka berdakwah untuk menyampaikan ajaran islam kepada umat manusia.
Cobaan yang dihadapi rasul ulul azmi sangat berat. Ketabahan mereka menghadapi cobaan telah dibuktikan. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya agama Allah di muka bumi.
Para rasul yang bergelar ulul azmi terdiri atas lima, yaitu nabi Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Muhammad saw. Nama-nama rasul ulul azmi disebutkan dalam Al-Qur’an berikut ini.
Dan (Ingatlah) ketika kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan kami Telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (Q.S. Al-Ahzab: 7)
Para rasul ulul azmi memiliki akhlak sangat mulia yang dibuktikan ketika berdakwah. Sabar, teguh pendirian, membela kebenaran, dan mengutamakan cinta kepada Allah merupakan akhlak mulia yang dimiliki para rasul ulul azmi.
C.    Akhlak terhadap teman
Teman sesama siswa adalah mitra kita dalam menuntut ilmu pengetahuan dan agama. Kita harus bekerja sama dengan mereka dalam hal kebaikan serta berlomba dalam mengejar prestasi. Di sekolah kita setiap hari bertemu dengan mereka. Masing-masing dari mereka memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang patuh, bandel, pandai, bodoh, rajin, kaya, miskin, ramai, pendiam dan sebagainya.
Bagaimanapun keadaannya mereka semua adalah teman kita. Hanya saja kita harus pandai memilih teman yang bisa diajak maju dan memberikan kebaikan kepada kita dan mana teman yang dapat meningkatkan prestasi belajar kita.
Dengan teman yang perilakunya tidak baik, seperti nakal, malas belajar dan sebagainya kita harus tetap menghargai dan menganggap mereka sebagai kawan. Hanya saja kamu tidak boleh tepengaruh oleh mereka. Adapun dengan teman yang rajin patuhdan berprestasi kita harus mencontohnya agar bisa berlomba dalam kebaikan dengannya.
Bekerja sama dan berlomba dalam kejelekan hanya membuat kita tidak pernah mencapai kemajuan, seperti saling menyontek, membolos, nakal dan sebagainya. Sebaliknya jika kamu serius belajar dan taat pada peraturan, maka kamu akan menjadi siswa yang baik dan beprestasi.
Untuk memelihara hubungan baik dengan teman, ada beberapa cara yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1        Ucapkan “As-Salamu ‘alaikum” bila bertemu dengan teman
2        Berlaku jujur
3        Jika teman membutuhkan pertolongan, tolonglah dia
4        Memaafkan kesalahan teman
5        Saling menghormati dan menghargai
6        Tidak sombong dan tidak pelit kepada sesama teman
Hindari perlakuan yang dapat merusak pergaulan dengan teman, seperti berikut ini:
1        Menyakiti perasaan teman, baik berupa perkataan atau perbuatan
2        Menghina dan memandang rendah teman kita
3        Kikir atau pelit terhadap teman
4        Berkata bohong kepada teman

4 Jan 2015

Media Sosial Menjadi perekat Keluarga Besar

Bahagia sekali ketika saya menerima surel dari Keluarga Besar R. Soenarto, komunikasi intens setelah petemuan di Magelang menjadi perekat keluarga besar.Insya Allah dengan telah terjadinya komunikasi antar keluarga besar  ( R. Martodihardjo dan Rr Nganten Sarijem Martodihardjo ),melalui media sosial ini ,  walau jarak berjauhan menjadi dekat rasanya.
Mohon kiranya  Keluarga Besar Rr Soemarti agar mengirim data keluarga besarnya, semoga dalam waktu dekat ini dapat mengirim pada saya dan Insya Allah akan saya posting pada Blog Trio Rr Nganten Sarijem Martodihardjo.

2 Jan 2015

Pesan terbuka dan Apa kabar semua

Halo apa kabar Magelang, apa kabar Semarang, berharap semua dalam lindunganNya, Jakarta semua dalam keadaan baik, kesehatan Eyang , Bude Kusmiyati Soetarto alhamdullilah berkat doanya saat  ini semakin baik, kalau dulu setelah jatuh di toilet lama tertidur/tergolek  ditempat tidur, Dahar harus disuapin, untuk saat ini sudah mulai dapat duduk sendiri dan sudah dapat Danar sendiri .Perkiraan dokter yang merawat dalam waktu 6 bulan kedepan sudah pulih.
Mohon doa restunya kembali agar Eyang/Bude Kusmiyati Soetarto segera dapat dipulihkan kesehatannya. Ada pesan untuk Oom /pakde Bambang dan Juli , begitu pula untuk Oom Wanto agar  senantiasa menjaga pola makan dan pola beristirahatnya. Kita semua berharap pada pertemuan keluarga besar berikutnya semua dalam keadaan sehat walafiat . Untuk  semua cucu dan cicit tetaplah optimis untuk masa depan yang lebih baik. Salam hangat dari Eyang/Bude Kusmiyati Soetarto. Pesan ini disampaikan oleh Eyang/Bude pada saat Mas/Pakde Tyo bertemu di Klender.

1 Jan 2015

Artikel menarik dari Freddway Intrenational Learning

Ada artikel menarik dari Freddway International Learning, yang dipublikasikan memalalui situsnya, saya pikir ini juga dapat menjadi kajian dalam mengarungi hidup dan kehidupan kita, berikut kutipannya :

10 RACUN DALAM DIRI

Racun pertama : Menghindar

Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.

Antibodinya : Realitas

Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan

Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.

Antibodinya : Keberanian

Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis

Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.

Antibodinya : Bersikap sosial.

Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi

Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.

Antibodinya : Ambisi

Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri

Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.

Antibodinya : Keyakinan diri.

Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik

Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.

Antibodinya : Rendah hati.

Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri

Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.

Antibodinya : Sublimasi

Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan

Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.

Antibodinya : Kerja

Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran

Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.

Antibodinya : Kontrol diri

Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian

Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.

Antibodinya : Cinta kasih

Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Selamat Tinggal 2014 dan Selamat Datang 2015

Waktu berjalan terus dari detik, menit, jam, hari, minggu , bulan dan tahun Statuspun berubah dari cucu, anak menjadi sebaliknya. Tahun 2014 ini kita keluarga besar Nganten Martodihardjo patut bersyukur,  karena pada akhir tahun 2014 kita dapat berkumpul walau tak terencana di Magelang, ditempat De', Mas, Oom, Pakde Yuli.
Semua terlihat Ceria, semoga yang saat ini masih belum diberi kesehatan pada tahun 2015 akan diberikan kesehatan oleh Allah SWT, Sang Maha Segalanya, begitu pula kesejahteraan yang kita dambakan bersama dapat pula diberikan secara bersama bagi Keluarga Besar Rr Nganten Martodihardjo.
Tidak ada kata putus asa dalam berusaha, berdoalah untuk leluhur kita maupun untuk kita sendiri, yakini Allah SWT pasti akan memberikan keberkahan dan kesejahteraan pada umatnya yang selalu takwa dan tawakal.
Jangan mudah menyerah, jangan takut untuk berprihatin, hadapilah hidup dan kehidupan ini  dengan sabar, semua pasti akan berlalu. Jangan malu untuk bertanya, jangan takut menghadapi tantangan hidup yang kadang menyakitkan, banyak saudara-saudara kita yang telah terbukti dapat melaluinya ... kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Semoga masa-masa yang sangat berkesan tahun 2014 dapat terulang kembali di tahun 2015. Amin ya Rabbilalamin.