Perilaku Rasulullah saw adalah suri teladan bagi umat manusia.
Ketinggian budi pekerti beliau disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut:
Dan Sesungguhnya kamu
benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. al-Qalam [68]:4)
Meneladani akhlak terpuji Rasulullah saw merupakan kewajiban bagi
setiap muslim. Membiasakan ahklak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, termasuk
salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah saw.
A.
Ahklah
Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah dalam kehidupan sehari-hari
Para rasul
memiliki empat sifat wajib, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya),
tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Sebagai orang yang beriman, kita
wajib mengamalkan keempat sifat wajib, sebagaimana yang dimilki para rasul
tersebut dalam kehidupan sehari-hari supaya menjadi anak yang beahlak terpuji.
1
Shiddiq
Arti Shiddiq
adalah jujur atau berkata benar. Seseorang yang memiliki sifat shiddiq, ia
tidak pernah berkata dusta. Apa yang diucapkannya selalu sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya.
Orang yang
memiliki sifat shiddiq merasa selalu diawasi Allah. Ia tidak mau berkata dusta
meskipun orang lain tidak mengetahuinya. Hal itu disebabkan ia yakin bahwa
Allah mah mengetahui segala gerak-gerik dan batin hamba-nya.
2
Amanah
Arti Amanah
adalah dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah khianat. Seseorang yang memiliki
sifat amanat, dapat memegang janji dengan baik. Apa yang telah dipercayakan
oranglain kepadanya akan ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak
pernah berkhianat dan mengingkari janji. Perkataannya mengandung kebenaran dan
kebaikan.
Orang yang
memiliki sifat amanah akan dipercaya orang lain, sebagaimana nabi Muhammad saw
mendapat gelar Al-Amin pada waktu masih muda. Gelar tersebut diberikan kepada
nabi Muhammad saw karena beliau selalu berkata benar dan tidak pernah
mengingkari janji.
Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu
menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha
Melihat. (Q.S. An-Nisa: 58)
3
Tablig
Arti Tablig
adalah menyampaikan. Seorang rasul memiliki kewajiban menyampaikan wahyu yang
diterima dari Allah kepada umat manusia. Allah memberi tugas kepada para rasul
untuk menyampaikan ajaran-Nya. Para rasul tidak boleh menyembunyikan hal-hal
yang telah diwahyukan Allah.
Demikian pula
seorang muslim, ia memiliki kewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain
walau pun hanya satu ayat. Rasulullah saw bersabda:
بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ اَيَةً
Sampaikanlah
dariku walaupun satu ayat
Jadi, dimana
saja kita berada, hendaknya kita dapat mengajak orang lain untuk selalu berbuat
baik, tolong menolong dan taat terhadap perintah-perintah Allah swt dan
rasul-Nya. Kita tidak boleh bersikap masa bodoh dan acuh tak acuh. Apalagi,
berpura-pura tidak tahu tentang ajaran islam yang harus disampaikan. Kebalikan
dari tablig adalah kitman artinya menyembunyikan.
4
Fathanah
Arti Fathanah
adalah cerdas. Lawan kata cerdas adalah bodoh. Di dunia ini sesungguhnya tidak
ada orang yang bodoh. Yang ada hanya orang yang malas sehingga otak mereka
tidak terasah dan lama-kelamaan menjadi tumpul. Oleh karena itu, memiliki sifat
cerdas merupakan keharusan bagi setiap muslim.
Jika setiap muslim
bersikap rajin, otak senantiasa terasah sehingga menjadi cerdas. Orang yang
cerdas mampu menyelesaikan masalah yang timbul, baik itu masalah diri sendiri
maupun masalah yang dihadapi orang lain.
B.
Akhlak
Mulia Lima Rasul Ulul Azmi
Pernahkah
kalian mendengar tentang rasul ulul azmi? Ada berapa rasul ulul azmi? Arti ulul
azmi adalah yang memiliki kemauan keras. Rasul yang memiliki gelar ulul azmi
berarti rasul yang memiliki kesabaran tinggi dalam menghadapi cobaan dalam
berdakwah. Mereka berdakwah untuk menyampaikan ajaran islam kepada umat
manusia.
Cobaan yang dihadapi rasul ulul azmi sangat berat. Ketabahan mereka
menghadapi cobaan telah dibuktikan. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga
demi tegaknya agama Allah di muka bumi.
Para rasul yang bergelar ulul azmi terdiri atas lima, yaitu nabi
Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Muhammad saw. Nama-nama rasul ulul azmi
disebutkan dalam Al-Qur’an berikut ini.
Dan (Ingatlah) ketika kami
mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim,
Musa dan Isa putra Maryam, dan kami Telah mengambil dari mereka perjanjian yang
teguh. (Q.S. Al-Ahzab: 7)
Para rasul ulul azmi memiliki akhlak sangat mulia yang dibuktikan
ketika berdakwah. Sabar, teguh pendirian, membela kebenaran, dan mengutamakan
cinta kepada Allah merupakan akhlak mulia yang dimiliki para rasul ulul azmi.
C.
Akhlak
terhadap teman
Teman sesama
siswa adalah mitra kita dalam menuntut ilmu pengetahuan dan agama. Kita harus
bekerja sama dengan mereka dalam hal kebaikan serta berlomba dalam mengejar
prestasi. Di sekolah kita setiap hari bertemu dengan mereka. Masing-masing dari
mereka memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang patuh,
bandel, pandai, bodoh, rajin, kaya, miskin, ramai, pendiam dan sebagainya.
Bagaimanapun keadaannya mereka semua adalah teman kita. Hanya saja
kita harus pandai memilih teman yang bisa diajak maju dan memberikan kebaikan
kepada kita dan mana teman yang dapat meningkatkan prestasi belajar kita.
Dengan teman yang perilakunya tidak baik, seperti nakal, malas
belajar dan sebagainya kita harus tetap menghargai dan menganggap mereka
sebagai kawan. Hanya saja kamu tidak boleh tepengaruh oleh mereka. Adapun
dengan teman yang rajin patuhdan berprestasi kita harus mencontohnya agar bisa
berlomba dalam kebaikan dengannya.
Bekerja sama dan berlomba dalam kejelekan hanya membuat kita tidak
pernah mencapai kemajuan, seperti saling menyontek, membolos, nakal dan
sebagainya. Sebaliknya jika kamu serius belajar dan taat pada peraturan, maka
kamu akan menjadi siswa yang baik dan beprestasi.
Untuk memelihara hubungan baik dengan teman, ada beberapa cara yang
harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1
Ucapkan
“As-Salamu ‘alaikum” bila bertemu dengan teman
2
Berlaku jujur
3
Jika teman
membutuhkan pertolongan, tolonglah dia
4
Memaafkan
kesalahan teman
5
Saling
menghormati dan menghargai
6
Tidak sombong
dan tidak pelit kepada sesama teman
Hindari perlakuan yang dapat merusak pergaulan dengan teman,
seperti berikut ini:
1
Menyakiti
perasaan teman, baik berupa perkataan atau perbuatan
2
Menghina dan
memandang rendah teman kita
3
Kikir atau
pelit terhadap teman
4
Berkata bohong
kepada teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar